Sorong – Mahasiswa Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, melaksanakan praktikum lapangan Mata Kuliah Ekologi Perairan di kawasan ekosistem mangrove. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa dalam memahami struktur, fungsi, dan dinamika ekosistem mangrove sebagai salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran penting bagi keberlanjutan sumber daya perairan. Praktikum lapangan menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), sehingga mahasiswa dapat menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan kondisi nyata di lapangan.
Selama kegiatan praktikum, mahasiswa melakukan berbagai pengamatan dan pengukuran terhadap komponen biotik maupun abiotik ekosistem mangrove. Pengamatan meliputi identifikasi jenis-jenis mangrove, analisis struktur vegetasi menggunakan metode transek, pengamatan organisme yang berasosiasi dengan mangrove seperti kepiting, moluska, dan ikan, serta pengukuran parameter kualitas air, di antaranya suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut (DO). Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui kondisi ekologi kawasan mangrove serta hubungan antara faktor lingkungan dengan keberadaan organisme di dalamnya.
Praktikum ini juga memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai fungsi ekologis mangrove sebagai habitat berbagai biota perairan, daerah pemijahan (spawning ground), daerah asuhan (nursery ground), tempat mencari makan (feeding ground), serta pelindung kawasan pesisir dari abrasi dan intrusi air laut. Selain itu, mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan, meningkatkan keanekaragaman hayati, serta mendukung produktivitas perikanan di wilayah pesisir.
Kegiatan berlangsung dengan pendampingan dosen pengampu dan asisten praktikum. Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan pengamatan pada titik-titik yang telah ditentukan sehingga setiap kelompok memperoleh kesempatan melakukan pengambilan data secara mandiri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan teknis dalam pengambilan data lapangan, tetapi juga meningkatkan kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, menganalisis data, serta menyusun laporan ilmiah berdasarkan hasil observasi.
Melalui kegiatan praktikum Mata Kuliah Ekologi Perairan ini, Program Studi Akuakultur berkomitmen untuk terus menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, inovatif, dan berbasis lapangan. Diharapkan kegiatan ini mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang baik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian ekosistem pesisir dan mampu berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan.